Sang Penelan Pusaka
- Pengarang
- Simha Mahaprabha
- Genre
- Fantasi, Fantasi Klasik Nusantara
- Status
- Berlanjut
- Jumlah bab
- 77 dari rencana 3.000
Di Padepokan Argasuryan, di lereng Gunung Lawu, pusaka-pusaka di altar memilih tuannya. Sudira berdiri di depan altar itu, tetapi tak satu pun pusaka mau mendekatinya. Cahaya fajar bahkan membelok di sekitar kepalanya. Ia dijuluki “anak yang tak tersentuh matahari” dan dibuang ke dapur sebagai abdi.
Di gudang rongsokan, Dira menemukan sebilah keris kecil yang retak. Keris itu masuk ke telapak tangannya dan tinggal di dalam dirinya, lengkap dengan suaranya yang galak dan pelupa. Dira bukan pemilik pusaka. Ia seorang Wadah, orang yang bisa menelan pusaka. Setiap pusaka yang ia telan membuatnya lebih kuat. Tetapi setiap kali itu terjadi, ada kebiasaan asing yang menetap di dirinya, dan tanda di bawah kain lehernya tumbuh satu cabang lagi.
Dira harus menyembunyikan kekuatannya, jadi ia membalas para penindasnya dengan akal. Sementara itu, seorang tetua yang selalu tersenyum lembut sudah mengawasinya sejak ia masih bayi. Di Hutan Larangan pun ada yang membakar dupa hitam yang membuat orang lupa siapa dirinya.
Meski dunia melupakanmu, jangan sampai kau lupa namamu.